Budidaya udang merupakan salah satu usaha yang menjanjikan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Terobosan teknologi baik dari segi teknologi budidaya maupun teknologi sarana dan prasaran pendukung terus dikembangkan.

Salah satu teknologi sarana budidaya udang yang telah dikembangan oleh BPBAP Takalar adalah penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk mendukung usaha budidaya udang. Biaya yang diperlukan untuk bahan bakar dalam satu musim budidaya udang mencapai 25 % dari total biaya. Bahan bakar ini terutama diperlukan untuk menggerakkan kincir dan pompa air. Dengan rekayasa penggunaan BBG dalam usaha budidaya udang ini maka, biaya bahan bakar dapat dihemat hingga 25 %.

Sebagai contoh, petambak dengan dua kincir dan satu pompa menghabiskan 1.400 liter solar serta 160 liter premium untuk satu musim budidaya selama 70 hari. Satu musim keluar biaya sekitar Rp 12 juta untuk beli bahan bakar. Dengan menggunakan BBG maka biaya yang dikeluarkan bisa di hemat menjadi Rp. 3 – Rp. 4 juta per musim. Ini akan meningkatkan keuntungan petambak dan sekaligus mengurangi ketergantungan petambak akan BBM yang harganya akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Teknologi ini juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan perairan dan tanah di sekitar tambak. Penggunaan teknologi akan terus dikembangkan dan disebarkan sehingga mampu digunakan secara mudah dan murah oleh masyarakat. Di samping itu, penggunaan teknologi ini, selaras dengan kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya yaitu Mandiri, Berdaya Saing dan Ramah Lingkungan