Pada hari rabu tanggal 21 oktober 2015, TIM pakar dari Pusat pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi BPPT melakukan Kunjungan dan Koordinasi dengan Pihak Balai perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Pada kesempatan ini TIM dari PPKDT BPPT berjumlah 7 Orang yaitu

  1. Dr. Yenni Bakhtiar, M.Ag.Sc
  2. Wisman Indra Angkasa,A.Pi, MP
  3. Dra. Louise T Hutauruk
  4. Dra. Umiati MM
  5. Liliana
  6. Agus Sucipto, SH, ME
  7. Malik Al Karim, ST

TIM dari BPPT ini diterima di ruang kerja kepala BPBAP Takalar.Adapun maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk berkoordinasi lebih lanjut serta berdiskusi mengenai rencana Kerja sama, Kolaborasi Techno Park benih Bantaeng sebagai tindak lanjut dari pertemuan FGD sebelumnya pada tanggal 16 september 2015 di kabupaten Bantaeng.

Dalam pertemuan ini dihadiri juga oleh Perekayasa BPBAP Takalar. Fokus dari techno park ini adalah untuk pengembangan Nila salin dan Rumput Laut dimana tecnho Park ini akan dipantau langsung oleh Presiden.

Pihak dari BPPT sangat  mengharapkan bantuan kerjasama dari BPBAP Takalar dimana pihak BPBAP Takalar diminta bantuan untuk menyiapkan benih serta bantuan pelatihan kepada para masyarakat.

 

TIM BPPT :

  • Pengembangan Rumput laut di Bantaeng di mulai 2016 dan ditargetkan 2017 sudah berjalan.
  • Luas areal pengembangan sekitar 4 Ha terintegrasi dengan pertanian.
  • Jenis Rumput laut yang mau dikembangkan ke depan akan dibuat rencana strateginya.
  • Akan dibanguan laboratorium kultur jaringan Rumput laut dan hatchery nila salin.
  • Laboratorium genetika akan terintegrasi dengan pertanian.
  • Tahun 2016 akan dipantau langsung oleh Presiden.

Kepala BPBAP Takalar

  • BPBAP Takalar mendukung sepenuhnya pengembangan techno Park dan siap bekerjasama dengan BPPT untuk pelaksanaan techno park.
  • Dukungan nila salin dan Rumput laut dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar untuk induk dan benih siap
  • Saat ini BPBAP takalar sedang mengembangkan kultur Jaringan rumput Laut kerjasama dengan BIOTROP
  • Saat ini BPBAP Takalar mengembangkan juga rumput laut lawi – lawi ( Coulerva sp ) dan kultur Spora Gracilaria Gigas.

Dr. Lideman.MSc ( perekayasa BPBAP Takalar )

  • Saat ini sedang diuji cobakan ekstrak lawi – lawi untuk kegiatan budidaya udang.

setelah melakukan diskusi selama hampir 3 jam kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke unit pembenihan serta laboratorium Kultur jaringan.